analisa sperma

Cara Membaca Hasil Analisa Sperma

Cara Membaca Hasil Analisa Sperma – Analisis sperma adalah salah satu pemeriksaan awal yang dilakukan pada kasus infertilitas pria. Masalah pada sperma pria terdapat pada lebih dari 1/3 pasangan infertil di indonesia.
 
Pemeriksaan Analisis sperma mencakup : volume jumlah sperma, waktu mencairnya (likuifaksi), jumlah sel sperma per mililiter (mml), gerakan sperma (motilitas), PH, jumlah sel darah putih (leukosit) dan kadar fruktosanya (gula). Hasil dari pemeriksaan anlisis sperma bisa menetukan apakah ada masalah reproduksi atau ketidak suburan pada pria (infertilitas), vasektomi berhasil dan apakah reversal (menyambung kembali) vasektomi berhasil.

Syarat dalam melakukan pemeriksaan analisis sperma yaitu sebelum dilakukan pengambilan sampel sperma, seorang pria harus melakukan abstinen/tidak mengeluarkan sperma/ ejakulasi 2 – 5 hari sebelumnya. Hal ini bertujuan agar sperma yang diperiksa adalah sperma yang dalam kondisi paling oke. Jangan kelamaan, karena jika sampai 1-2 minggu maka justru sperma jadi kurang aktif. Di samping itu juga harus menghindari rokok dan konsumsi alkohol.

 
Sample diambil tentunya dengan cara ejakulasi. Bisa dilakukan di lab atau di rumah / tempat lain dan membawanya dalam waktu tertentu ke lab. Cara paling sering adalah dengan masturbasi dan ditampung ke dalam wadah sampel. Cara lain adalah dengan senggama terputus (coitus interruptus), saat akan ejakulasi, Penis dicabut dan di arahkan ke wadah sampel. Sedangkan cara lainnya adalah dengan sampling dengan kondom (lewat senggama), dengan catatan kondom khusus. (kondom biasa harus di cuci dulu agar lubrikannya gak membunuh sperma)
 
Jika sampel diambil dirumah, maka sudah harus sampai di lab dalam waktu satu jam (60 menit). Hindari sampel dari terkena sinar matahari langsung dan jangan terlalu panas/terlalu dingin. Jika udara dingin, simpan wadah penampungnya menempel di tubuh(dalam kantung jaket dll agar hangat). Jangan masukkanb kedalam lemari es. Agar hasil pemeriksaan lebih oke, dialkukan analisa 2-3 kali dengan hari yang berbeda dalam waktu 3 bulan.
 

Nilai normal Hasil Analisis Sperma

 

Volume

Normal:

minmal 2 mL – 6,5 mL per ejakulasi

Abnormal:

Volume yang rendah atau bahkan yang berlebih dapat menyebabkan masalah kesuburan

Warna

Memeriksa warna sperma adalah pemeriksaan kekeruhan , sperma yang normal biasanya berwarna putih keruh seperti air kanji kadang-kadang agak keabu-abuan. Adanya lekosit yang disebabkan oleh infeksi traktus genitalia dapat menyebabkan warna sperma menjadi putih kekuningan. Adanya perdarahan menyebabkan sperma berwarna kemerahan.

Waktu mencair (Likuifaksi)

Normal:

Kurang dari 60 menit (1 jam)

Abnormal:

Masa mencair yang lama bisa merupakan tanda infeksi. namun mesti dilihat apakah Leukosit nya tinggi atau tidak.

Jumlah sperma

Normal:

15 sampai 20 juta per mL atau 39 juta per ejakulasi

Abnormal:

Jumlah yang rendah kurang dari 5 juta per mil sulit untuk bisa membuahi biasanya dokter menyarankan inseminasi atau bayi tabung.

 

Bentuk sperma (Morfologi Sperma)

Normal:

Minimal 30% memiliki bentuk dan struktur normal.

Abnormal:

Sperma yang tidak normal bentuknya lebih dari 50 % disebut Teratozoopsermia. Jumlah morfologi yang rendah sebenarnya masih bisa menghamili secara normal dengan peluang 10%. akan tetapi biasanya terjadi kehamilan BO / BlightOvum / keguguran janin pada usia janin kurang dari 12 minggu sebab janin tidak berkembang.

Gerakan sperma (Motilitas Sperma)

Normal:

Bergerak cepat (a+b 50%) atau a (progresif) Minimal 32% sperma bergerak cepat maju ke depan atau minimal 8 juta sperma per-mL bergerak normal maju ke depan.

Abnormal:

Jika sebagian besar geraknya tidak normal akan menyebabkan masalah fertilitas. Ini juga mempersulit kehamilan. sebab sel sperma sulit menembus sel telur untuk pembuahan.

pH

Normal:

Semen pH dari 7.1 sampai 7.8

Abnormal:

An abnormally high or low semen pH can kill sperm or affect their ability to move or to penetrate an egg.

Sel darah putih (Leukosit)

Normal: dibawah 1 juta /lbp

Tidak ada sel darah putih atau bakteri.

Abnormal: diatas 1 juta /lbp

Bakteri dan sel darah putih yg banyak menunjukkan adanya infeksi.

 

Kadar fruktosa

Normal:

300 mg per 100 mL ejakulat

Abnormal:

Tidak adanya fruktosa memperlihatkan tidak adanya vesikula seminalis atau blokade pada organ ini.

 

Aglutinasi

Normal : Negatif (-) dan Positif satu (+)

Abnormal : Positif dua (++)

Jika ditemukan jumlah sperma yang rendah atau tingginya abnormalitas, perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan seperti pengukuran kadar hormon: testosteron, luteinizing hormone (LH), follicle-stimulating hormone (FSH), atau hormon prolaktin. Juga dilakukan biopsi testis (zakar) dalam kondisi yang sangat ekstrim (steril misalnya).

 

Faktor2 yang bisa mempengaruhi akurasi pemeriksaan :

  • Obat2an (Cimetidine, sulfasalazine, nitrofurantoin)
  • Kafein, alkohol, kokain, marijuana, dan merokok

 


14 ISTILAH MEDIS PADA HASIL ANALISA SPERMA
Normozoospermia
Sperma
Normal
Jumlah sperma yang di
produksi sedikit
Jumlah
sperma sangat sedikit kurang dari 5 juta sperma/ejakulasi
Kelainan pada pergerakan
sperma
Kelainan
pada bentuk sperma
Jumlah sperma sedikit dan
pergerakan sperma lambat
Jumlah
sperma sedikit dengan kelainan bentuk dan pergerakan sperma
Jumlah sperma sedikit
dengan kelainan pada bentuk sperma
Kelainan
bentuk sperma dan pergerakan sperma lambat
Polizoospermia
Jumlah sperma 250 juta per
mili liter
Tidak ada
spermatozoa dalam cairan sperma
Nekrozoospermia
Bila semua sperma tidak
ada yang hidup
Sperma
kurang dari 1 juta per mili liter
Aspermia
Tidak ada cairan semen
yang keluar saat ejakulasi

Penurunan kesuburan identik dengan peningkatan suhu testis, mungkin saja Anda terindikasi gejala varikokel


KONSULTASI HASIL TES SPERMA & SARAN PENGOBATAN 


Untuk memudahkan kami dalam melayani konsultasi Anda, gunakan format konsultasi seperti dibawah ini :
Nama :
Usia :
Usia Pernikahan :
Foto Hasil Analisis Sperma :
Riwayat Obat Yang Dikonsumsi :

Yudha Nugraha, Akp
WA  : 08970329298 • BBM CENTER : 5371BCDE

* CATATAN : INGAT ! Layanan konsultasi ini bukan untuk menggantikan pemeriksaan dokter.


SIMAK JUGA :
Evaluasi Pemeriksaan Kesuburan Pria
Pemeriksaan Analisis Cairan Mani (Test Sperma)
Uji MAR Test Pada Sperma
Pemeriksaan HOS Test Sperma (Hipo-osmotik Sweling)
Serangkaian Pemeriksaan Pasien Azoospermia
Macam – Macam Penyebab Pria Tidak Subur
Faktor Penyebab Pria Tidak Subur
10 Tips Menjaga kesehatan Sperma Setelah Sembuh
Tips Cara Mengatasi Gangguan Sperma
Obesitas Penyebab Kualitas Sperma Jelek
Proses Terbentuknya Sperma Dalam Testis
Berapa Lama Sperma Bertahan Hidup Di Rahim ?
Memasak Di Teflon Menurunkan Kualitas Sperma
Unexplained Infertilitas, Gangguan Kesuburan Apa ?
Hormon Prolaktin Tinggi Pada Pria Gangguan Sperma
Apa Itu Spermatic Cord atau Korda Spermtik
Penyebab Cairan Mani Keluar Sedikit
Penyebab Ukuran Testis Terus Mengecil (Atrofi Testis)
Varises Testis / Varikokel Penyebab Kualitas Sperma Buruk
Penyebab Jumlah Sperma Yang Diproduksi Sedikit
Cairan Mani Terlalu Kental Penyebab Sperma Bergerak Lambat
Motilitas Sperma Lambat, Ini Tips nya !
Hubungan Cinta & Benci Testoteron Dengan Sperma (Analogi)
Penjelasan Bentuk Sperma Buruk (Morfologi Abnormal)
Sperma Nol, Tidak Ditemukan Sperma Pada Hasil Test Sperma