8 penyakit penghambat kehamilan

KLINIK ELIF MEDIKA : elifmedika.co.id – Kembali akan berbagi informasi tentang 8 Penyakit penghambat Kehamilan. Ada beberapa penyakit yang bisa menyebabkan ketidaksuburan pada wanita.  Pengertian “tidak subur” alias Infertilitas pada wanita adalah ketika seorang wanita tidak dapat hamil secara alami dalam waktu satu tahun setelah kegiatan seksual secara teratur tanpa kontrasepsi namun belum hamil atau memiliki anak. Untuk itu kita perlu mengetahui gejala dan penyebab dari infertilitas tersebut agar dapat diobati dan dikonsultasikan lebih lanjut tentang penanganannya.

 

Gejala Infertilitas (ketidaksuburan) pada Wanita

Selain ketidakmampuan atau sulit untuk hamil, ada tanda-tanda lain dari infertilitas perempuan yang mungkin jelas untuk diagnosa oleh dokter atau ahli medis. Infertilitas perempuan harus diwaspadai ketika seorang wanita memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur, tidak stabil, atau bahkan tidak mengalami mestruasi selama berbulan-bulan. Nyeri pada sistem reproduksi wanita juga dapat menjadi indikasi dari infertilitas perempuan. Nyeri dapat menunjukkan beberapa hambatan atau cedera pada organ reproduksi atau sistem yang dapat menjadi penyebab infertilitas perempuan.

 

8 Penyakit penghambat Kehamilan pada Wanita

Berikut adalah beberapa penyakit pada wanita yang dapat menghambat kesuburan seorang wanita:

(8) Gangguan dalam Organ Reproduksi

Beberapa gangguan yang biasanya ditemukan di areal vagina, di antaranya:

– Keasaman tinggi, bila ada infeksi vagina biasanya tingkat keasaman akan meningkat, kondisi ini akan menyebabkan kematian sperma sebelum membuahi telur.

-Disorders Serviks, uterus (rahim) dan saluran telur dalam keadaan normal, pada serviks ada lendir yang mungkin memudahkan perjalanan sperma. Jika produksi lendir terganggu, kemungkinan perjalanan sperma akan terhambat. Sementara pada rahim terdapat gerakan yang mendorong sperma bertemu dengan sel telur matang. Jika gerakan rahim terganggu, (karena kurangnya hormon prostaglandin) maka akan menghambat gerakan sperma. Dalam hal ini sel telur bertemu sel sperma. Jika terdapat penyumbatan di saluran sperma, maka sperma tidak dapat membuahi sel telur.

– Keputihan. Data penelitian tentang kesehatan reproduksi menunjukkan 75% wanita di dunia pasti akan menderita keputihan setidaknya sekali dalam seumur hidup dan 45% dari mereka dapat mengalami dua kali atau lebih. Keputihan adalah gejala dari suatu penyakit yang ditandai dengan munculnya cairan dari organ reproduksi dan bukan dalam bentuk darah. Keputihan yang berbahaya adalah keputihan yang abnormal. Hal ini disebabkan adanya infeksi yang disebabkan oleh kuman, bakteri, jamur atau infeksi campuran. Keputihan juga bisa disebabkan oleh stimulasi mekanik dengan kontrasepsi sehingga menimbulkan cairan berlebih. Pada keputihan jenis ini, cairan yang keluar berwarna kuning-hijau, Biasanya disertai dengan rasa gatal dan bau tidak sedap.

– Sirklus Menstruasi. Idealnya, siklus haid teratur setiap bulan dengan rentang antara 21 sampai 35 hari periode menstruasi setiap kali. Dengan siklus haid yang normal, secara fisiologis menggambarkan organ reproduksi wanita cenderung sehat dan tidak bermasalah. Hal ini menandakan sistem Hormonalnya sangat baik, ditunjukkan dengan sel telur yang terus diproduksi dan siklus menstruasi teratur.

Siklus menstruasi spasmodik yaitu cairan tidak memiliki pola tertentu. Mungkin pada awal siklus menstruasi selama lebih dari 35 hari, namun kemudian akan timbul perdarahan haid siklus menstruasi normal. Misalnya siklus 35-40 hari tetapi bulan berikutnya bisa tidak haid selama 3 bulan atau lebih. Di sisi lain, ada pula yang dalam sebulan bisa mengalami haid lebih dari sekali. Entah siklus pendek atau panjang, yang sama-sama menunjukkan penyimpangan dalam metabolisme dan sistem hormonal. Dampaknya adalah sama, yaitu jadi lebih sulit hamil. Pada siklus pendek, ibu mengalami unovulasi karena telur tidak matang, sehingga sulit bagi telur dibuahi. Pada siklus panjang, ini menunjukkan telur jarang diproduksi atau ibu mengalami masa ketidaksuburan yang cukup panjang. Jika telur jarang diproduksi berarti pembuahan akan sangat jarang terjadi. Pola spasmodik yg disebabkan oleh fungsi hormonal dispepsia, gangguan sistemik, stres, dan sebagainya.

 

(7) Gangguan ovulasi 

Ovulasi atau proses telur dari ovarium terganggu dalam kasus gangguan hormonal. Salah satunya adalah polikistik. Gangguan ini dikenal sebagai salah satu penyebab utama kegagalan proses ovulasi normal. Ovarium polikistik disebabkan oleh tingginya kadar hormon androgen dalam darah. Tingkat berlebihan hormon androgen FSH (Follicle Stimulating Hormone) ini mengganggu  dalam darah. Gangguan kadar hormon FSH akan menyebabkan sel-sel folikel telur tidak bisa berkembang dengan baik, sehingga pada gilirannya juga akan terganggu ovulasi.

 

(6) Kegagalan ovarium prematur

Kegagalan ovarium prematur disebut-sebut sebagai penyakit yang menyebabkan ovarium wanita tidak lagi bekerja dengan normal. Infertilitas adalah akibat yang umum dari kegagalan ovarium prematur. Kegagalan ovarium prematur merujuk pada hilangnya fungsi normal ovarium wanita sebelum berusia 40 tahun. Jika Anda mengalami siklus menstruasi tidak teratur, sebaiknya segera periksakan kesehatan Anda.

 

(5) Endometriosis 

Endometriosis adalah istilah untuk menyebutkan kelainan jaringan endometrium (rahim) yang tumbuh di luar rahim. Jaringan abnormal biasanya ditemukan di ligamen yang memegang rahim, ovarium, fallopii telur, rongga panggul, usus, dan berbagai tempat lainnya. Jaringan endometrium yang normal, seperti jaringan mengalami siklus menjadi respon terhadap perubahan hormonal sebagai siklus menstruasi perempuan dan menyebabkan kemandulan pada wanita.

Endometriosis bisa mengakibatkan tidak berfungsinya beberapa organ reproduksi wanita. Proses pembuahan menjadi lebih sulit sehingga janin sulit terbentuk. Kondisi inilah yang menyebabkan penderita endometriosis kecil kemungkinannya untuk bisa hamil. Bila penderita berhasil hamil, maka kemungkinan besar akan terjadi kehamilan ektopik, yaitu kehamilan di luar rahim.

 

(4) Sindrom Ovarium Polikistik (SOPK)

Sindrom Ovarium Polikistik (SOPK) merupakan merupakan suatu gangguan hormonal yang terjadi pada lebih kurang 10% wanita usia produktif. SOPK dapat menyebabkan infertilitas, abortus berulang (mudah keguguran), dan menstruasi tidak teratur. Hal ini dikarenakan gangguan hormonal menghambat proses pematangan sel telur. Pada sindrom ini, tubuh wanita juga memroduksi hormon laki-laki (androgen) secara berlebihan.

 

(3) Radang panggul

Radang panggul merupakan salah satu penyakit yang sangat serius yang harus di waspadai wanita. Penyakit radang panggul disebut sangat berbahaya bahkan lebih berbahaya dari penyakit menular seksual. Penyakit radang panggul tidak hanya dapat menghambat Anda untuk hamil tapi juga akan menyebabkan kerusakan permanen pada ovarium, uterus, tuba dan bagian-bagian penting dalam sistem reproduksi wanita. Jika Anda sering merasakan nyeri pada perut bagian bawah atau bagian kanan, maka segeralah memeriksakan kesehatan Anda.

 

(2) Fibroid rahim

Fibroid rahim merupakan pertumbuhan jaringan tumor dalam rahim. Menurut para pakar kehamilan, pertumbuhan fibroid rahim tidak berisiko kanker namun tetap saja pertumbuhan jaringannya yang menyebar ke otot halus rahim dapat menghambat terjadinya kehamilan bagi wanita.

 

(1) Klamidia

Klamidia adalah penyakit menular seksual yang sangat umum yang disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis, yang dapat merusak organ reproduksi wanita. Penyakit ini sering tidak disadari oleh wanita karena gejala atau tanda-tandanya disebut sering tidak terlihat. Namun, gejala umumnya adalah keputihan abnormal dan rasa terbakar atau nyeri saat buang air kecil. Jika tidak segera ditangani secara serius, klamidia bisa memicu infertilitas sehingga bisa membuat perempuan yang mengidapnya sulit hamil. Kalaupun terjadi kehamilan, penyakit ini bisa membahayakan bayi dalam kandungannya.

error: Content is protected !!