penyebab kegagalan implantasi embrio

penyebab kegagalan implantasi embrio

Penyebab Kegagalan Implantasi Embrio. Mengetahui sel telur yang berkualitas untuk proses pembuahan yang sehat dapat diketahui dari pemeriksaan. Proses kehamilan wanita merupakani hasil dari pembuahan antara pertemuan sel sperma dan sel telur serta implantasi embrio (hasil pembuahan menempel kuat di rahim).

Beberapa point diatas sangat bergantung pada usia wanita. Hal yang perlu diperhatikan dan dipersiapakan adalah seberapa banyak sel telur/ovum dan kualitas¬† sel telur pada ovarium. Oleh karena itu, “Kuantitas dan kualitas telur” ini identik dengan “kemungkinan implantasi embrio.”

Kualitas sel telur tidak dapat ditentukan hanya dengan melihat sel telur, mengukur besarnya sel telur atau mengamati perkembangan embrio awal. Hanya karena embrio terlihat baik di laboratorium tidak berarti bahwa hal itu akan membuat implantasi embrio berjalan sempurna.

 

Sperma & Sel Telur Berkualitas Bukan Jaminan Kehamilan

Beberapa pasangan yang telah melakukan beberapa kali inseminasi buatan (IUI) namun kunjung hamil. Padahal inseminasi buatan adalah mempersiapakan kualitas sel telur dan memilih sperma terbaik untuk meningkatkan peluang kehamilan.

Pada beberapa kasus pasangan yang sudah beberapa kali melakukan IVF (bayi tabung), atau ICSI yang sejatinya sel telur sudah dipersiapakan sedemikian rupa dengan melewati beberapa injek hormon agar kualitas nya bagus serta dipilihkan juga sel sperma terbaik untuk dibantu proses pembuahannya. Namun setelah membelah menjadi embrio dan kemudian ditanamkan di dalam rahim, masih belum juga terjadi kehamilan karna Implantasi yang gagal. Kasus-kasus diatas membuktikan bahwa ada yang perlu dipersiapkan selain meningkatkan kualitas sel telur dan sperma, yaitu kesiapan rahim calon ibu untuk proses implantasi atau penempelan hasil pembuahan.

Beberapa faktor yang berperan terhadap penyebab kegagalan implantasi embrio :

  1. Berkurang cadangan ovum di ovarium
  2. Usia calon ibu lebih dari 40 thn
  3. Kualitas telur rendah
  4. Ketebalan dinding rahim

Berkurangnya Cadangan Ovum di Ovarium

Ada beberapa tes darah yang dapat dilakukan untuk memeriksa kualitas telur wanita. Tes tersebut dilakukan pada HPHT ke 3 (hari ke 3 haid) untuk memeriksa hormon yang disebut FSH (follicle stimulastion hormon). Seorang wanita telah mensekresikan hormon FSH pada siklus hari 3 dikaitkan telah berkurang cadangan ovum di ovarium nya. Ini berarti bahwa ovarium memproduksi sinyal umpan balik kurang ke kelenjar pituitari, dan tubuh merespon dengan membuat lebih FSH dalam upaya untuk merangsang ovarium. Telah diamati selama sepuluh tahun terakhir dalam ribuan siklus perawatan kesuburan wanita dengan tingkat FSH telah nyata menurunkan kualitas telur dan membuat sulit hamil dengan sel telur mereka sendiri.

Namun, ketika sel telur diperoleh dari wanita dengan tingkat kadar hormon FSH normal, biasanya pembuahan berjalan baik, dan terjadi pembelahan embrio fase awal pada tingkat normal. Namun, jarang yang membelah melampaui fase 8 sel dan hampir tidak pernah menmpel pada dinding rahim.

hormon amh
Hormon AMH

Sebuah tes terbaru untuk memeriksa cadangan ovarium adalah dengan pemeriksaan hormon AMH atau anti-Mullerian hormon, hormon yang disekresikan oleh sel-sel dalam mengembangkan kantung telur (folikel). Kadar AMH dalam darah wanita umumnya merupakan indikator yang baik dari cadangan ovarium nya.

Tes hormon AMH atau Anti-Mullerian Hormone memberi kita evaluasi tentang jumlah cadangan sel telur. Hormon AMH tidak berubah selama siklus menstruasi, sehingga sampel darah dapat diambil setiap saat, bahkan saat Anda sedang menggunakan kontrasepsi oral.

 

Pemeriksaan Cadangan Ovarium

Satu dari sepuluh wanita yang hadir untuk evaluasi infertilitas akan memiliki fungsi ovarium defisiensi sehingga mereka hampir tidak mungkin untuk bisa hamil. Masalah ini tidak bisa sembuhkan dengan mudah, sebab butuh proses selama 3 bulan perbaikan. Oleh karena itu, penilaian kesuburan seorang wanita melalui pemeriksaan cadangan sel telur yang terdapat di ovarium adalah tes kesuburan yang paling penting.

Beberapa tes berbeda yang dapat diambil untuk menilai cadangan ovum di ovarium :

  1. AMH atau anti-Mullerian hormon
  2. Clomid Challenge Test
  3. Antral folikel Count
  4. Penilaian Volume ovarium

 

Pemeriksaan cadangan ovarium berbeda dengan pemeriksaan untuk ovulasi. Seorang wanita bisa berovulasi secara normal dan memiliki siklus haid sangat teratur maka masih memiliki kemungkinan besar untuk hamil.

Salah satu penulis menciptakan istilah “Okultisme ovarium disfungsi” untuk menggambarkan kondisi infertilitas yang memiliki ciri siklus menstruasi yang teratur namun terjadi penurunan cadangan ovarium.

 

Usia lebih dari 45 tahun

Faktor hormon FSH dan usia wanita dalam menghasilkan cadangan sel telur memainkan peran utama dalam menentukan kualitas sel telur yang di hasilkan.

Sama seperti pada wanita usia diatas 45 tahun dan memiliki kadar hormon FSH normal, dimana sel telur yang diperoleh dari wanita dengan usia 45-an tampak normal, pembuahan normal, dan hasil pembuahan menjalani pembelahan embrio awal secara normal. Namun, embrio tersebut tidak pernah bisa menempel di dinding rahim. Ini disebabkan tingkat implantasi yang rendah pada wanita yang berusia lebih dari 45 tahun, kadar FSH yang normal tidak dianggap “meyakinkan.”

 

Kualitas telur dan kesuburan

Salah satu metaforma tentang kualitas cadangan sel telur berkurang adalah dengan menganalogikannya sebagai sebuah baterai. Kita analogikan setiap sel telur itu memiliki sejumlah baterai yang menyediakan tempat energi. Baterai-batrai pada sel telur ini yang disebut mitokondria, yang merupakan produsen energi dari sel mamalia. Jika usia kita bertambah tua, kapasitas penghasil energi dari mitokondria pada sel sel akan menurun (inilah penyebab mengapa orang tua berjalan lebih lambat dari orang-orang muda).

Sel Telur terhubung ke sirkulasi sebelum ovulasi, dan terhubung lagi setelah implantasi embrio. Tapi selama 7 sampai dengan 9 hari antara ovulasi dan implantasi, telur dan embrio yang dihasilkan terkandung dalam zona pelusida dan bergantung pada energi yang berasal dari mitokondria, yang terdapat pada telur pada saat ovulasi (tidak ada replikasi mitokondria berlangsung sampai setelah implantasi). Telur yang lebih tua biasanya terlihat normal pada saat ovulasi dan fertilisasi awal dan perkembangan embrio tetap normal. Hal ini karena tenpat penyimpanan energinya masih memadai. Namun, saat kehabisan baterai energi akan berhenti dan Implantasi tidak tercapai karena embrio berhenti membelah sebelum mencapai tahap implantasi.

implantasi
Implantasi

Itulah mengapa dibutuhkan asupan nutrisi untuk meningkatkan cadangan energi bagi sel telur sebelum ovulasi. Ketika kualitas telur rendah, satu-satunya terapi yang memiliki rekam jejak yang terbukti dan menghasilkan hasil yang dapat diandalkan adalah penutrisian sel telur.

Treatment penutrisian sel telur dengan bimbingan praktisi tenaga kesehatan medik dan herbal di Klinik Holistik Elif Medika telah banyak membantu pasangan sulit hamil yang disebabkan cadangan sel telur sedikit (amh rendah), ukuran sel telur kecil (pcos), dan banyak membantu pasien yang memiliki kesulitan terjadinya implantasi (penempelan hasil pembuahan).

Selain konsep penutrisian, kami juga membantu pasien dengan terapi akupunktur yang khusus terfokus dan spesialisasi hanya pada perawatan kesuburan dan program hamil sejak tahun 2013. Baik dengan tujuan untuk program hamil alami, tujuan untuk persiapan sebelum inseminasi/bayi tabung dan akupunktur pasca inseminasi/bayi tabung untuk meningkatkan peluang terjadinya implantasi.

KONSULTASI

bidan lulu

Lulu Nurjannah, Am.Keb, Akp

Hubungi kami untuk melakukan konsultasi masalah Fertilitas Wanita
author

TENTANG PENULIS

Lulu Nurjannah, Amd.Keb, Akp, C.Herb adalah Bidan, Akupunturis, Herbalis, Penulis buku dan praktisi kesehatan holistik. Legalitas usaha, BRAND IMAGE, dan sertifikat keahlian dapat dilihat dihalaman TENTANG KAMI

error: Content is protected !!